News Update :
'
'
'
Tampilkan postingan dengan label Travel wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel wisata. Tampilkan semua postingan

Pelabuhan Benoa Tujuan Favorit Kapal Pesiar

Penulis : Unknown on Sabtu, 02 Maret 2013 | 00.44

Sabtu, 02 Maret 2013


Dari sembilan pelabuhan di bawah pengelolaan PT Pelindo III, Pelabuhan Benoa, Bali, yang paling banyak disinggahi kapal pesiar selama 2012. "Sepanjang 2012, sebanyak 35 kapal dengan total wisatawan 27.523 orang," kata Humas PT Pelindo III (persero), Edi Priyanto, Minggu, 20 Januari 2013.
Edi menjelaskan, banyaknya kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa tidak lepas dari daya tarik Pulau Bali yang merupakan salah satu bidikan wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia.
Selain Benoa, Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikunjungi 17 kapal dengan jumlah wisatawan 17.236 orang; dan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, 17 kapal dengan jumlah wisatawan 9.683 orang. Selebihnya tersebar di beberapa pelabuhan, seperti Pelabuhan Tembaga, Probolinggo, Jawa Timur; Tanjung Perak, Surabaya; Pelabuhan Panglima Utar; Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali; dan Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Edi, secara keseluruhan, jumlah kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2012 di sembilan pelabuhan PT Pelindo III berjumlah 92 kapal. Jumlah tersebut meningkat dibanding 2011 sebanyak 76 kapal pesiar. Jumlah wisatawan yang diangkut juga meningkat menjadi 57.544 orang. Sedangkan selama 2011 sebanyak 46.351 orang.
Sekretaris PT Pelindo III, Sumitro Agus Budiarto, menjelaskan, kenaikan jumlah kunjungan kapal pesiar berimbas pada naiknya pendapatan perusahaan. Pada 2011 senilai US$ 668.122 dan Rp 742 Juta, sedangkan 2012 senilai US$ 1,2 Juta dan Rp 932 Juta. "Kenaikan itu tak lepas dari total bobot kapal dan banyaknya wisatawan yang datang," ujarnya.
Tahun 2013, Pelindo III menargetkan kunjungan kapal pesiar mencapai 94 unit. Namun jumlah tersebut sebatas prediksi awal. Sebab, kunjungan kapal pesiar ke Indonesia sangat bergantung pada travel agen.
Adapun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menyiapkan 10 pelabuhan yang dapat menerima kedatangan kapal pesiar dalam ukuran besar, yakni Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Soekarno-Hatta (Makassar), Pelabuhan Tanjung Tembaga, Pelabuhan Sabang (Aceh), Pelabuhan Tanah Ampo (Karangasem, Bali), Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Tanjung Priok.
DIANANTA P. SUMEDI
komentar | | Read More...

8 Kegiatan Pengusir Bosan di Bandara

Penulis : Unknown on Jumat, 01 Februari 2013 | 00.15

Jumat, 01 Februari 2013


Jakarta - Bandara, bagi kebanyakan orang identik dengan menunggu. Sekalipun penerbangan berlangsung tepat waktu, ada waktu sekitar satu jam bagi pemegang tiket sebelum masuk ke kabin pesawat dan terbang. Belum lagi jika jadwal ditunda, lebih lama lagi Anda berada di bangku ruang tunggu.
Setidaknya ada delapan hal yang kerap menjadi pilihan untuk mengisi waktu di bandara. Majalah Travelounge memuat beberapatips yang bisa Anda lakukan saat menunggu. Anda bisa memilih salah satunya bila terjebak dalam penantian panjang.
1. Menelepon
Berkomunikasi via telepon menjadi pilihan pertama. Tujuannya macam-macam. Bisa menghubungi rumah, Anda bisa memuaskan diri untuk bercanda dengan anak atau pasangan sebelum jadwal yang padat.
Bisa juga menelepon untuk urusan kantor sehingga pekerjaan tidak ada yang terkatung-katung. Atau menghubungi orang tua, yang sering terlewatkan untuk dihubungi karena kesibukan sehari-hari.
2. Membuka email
Bisa via laptop atau smartphone. Hapus surat elektronik dalam daftar inbox yang tidak diperlukan lagi. Di hari-hari biasa, karena kesibukan, hal ini sering kali jarang dilakukan.
Karena itu, gunakan waktu luang untuk melakukan hal-hal yang kerap diabaikan. Anda juga bisa menjawab email yang terlewatkan atau yang baru masuk.
3. Membaca buku
Buku menjadi benda yang tidak boleh tertinggal saat bepergian. Bawalah buku yang paling menarik minat Anda. Dengan membaca hal yang mengasyikkan, penundaan jadwal penerbangan hingga dua jam bisa terasa tidak lama. Rasa kesal dan marah pun tidak muncul.
4. Menonton film
Bila laptop menjadi teman Anda ke manapun juga, jangan ketinggalan membawa cakram film kesayangan atau film terbaru yang belum ditonton. Asyik dengan tayangan ini selama 1-2 jam bisa membantu Anda melewati penantian panjang karena jadwal penerbangan tertunda.
5. Membaca koran atau majalah
Selain buku, Anda bisa mengisi waktu dengan membaca koran atau majalah. Biasanya di ruang tunggu bandara disediakan koran atau majalah. Anda bisa memilih salah satunya, atau Anda membawa majalah baru yang memang sedang ingin dibaca.
6. Menikmati fasilitas bandara
Di kebanyakan bandara terdapat sejumlah fasilitas, seperti kursi untuk pijat, televisi dengan berbagai saluran, wi-fi, hingga komputer dengan layanan internet gratis.
Nah, tidak ada salahnya Anda menikmati fasilitas itu. Bila ternyata bandara tersebut tidak memiliki fasilitas lengkap, paling tidak nikmati saja tayangan di televisi.
7. Bersantap
Penerbangan tertunda bisa juga berarti makan siang atau malam Anda bakal telat. Karena itu, tidak ada salahnya mencari santapan di bandara. Apalagi jika perut Anda belum terisi di rumah. Lebih baik membuat perut kenyang sehingga perasaan tidak bertambah kesal.
8. Jalan dan belanja
Duduk selama menunggu penerbangan bisa membuat tubuh terasa kaku. Cobalah berjalan ke sisi lain dari ruang tunggu. Bila memungkinkan, Anda bisa berputar-putar ke area belanja untuk melemaskan otot. Kalau memang berminat, bisa membeli barang-barang yang mungkin diperlukan atau disukai.
RITA | TRAVELOUNGE
Sumber:
komentar | | Read More...

10 Maskapai Penerbangan Paling Aman di Dunia

Penulis : Unknown on Rabu, 16 Januari 2013 | 00.31

Rabu, 16 Januari 2013



Jakarta -Insiden kecelakaan pesawat terbang sering kita saksikan dalam berita-berita media massa. Meskipun dianggap sebagai musibah, upaya menghindari kemungkinan kejadian naas tersebut tetap harus dilakukan. Penumpang biasanya memilih maskapai penerbangan yang dianggap bisa menjamin rasa aman. Karenanya tidak heran bila ada orang fanatik menggunakan satu maskapai tertentu demi mendapat rasa aman dalam penerbangan.
Satu kosultan kemanan penerbangan di Eropa, Europe's Jet Airliner Crash Data Evaluation Centre (JACDEC), baru-baru ini merilis indeks peringkat keamanan berbagai maskapai penerbangan. Indeks keamanan itu dihitung berdasarkan jumlah insiden serius yang dialami maskapai penerbangan selama 30 tahun. Angka ini kemudian dibandingkan dengan jumlah waktu terbang bersama penumpang (revenue passenger kilometers) pada periode yang sama. Maskapai-maskapai penerbangan itu juga dibandingkan dengan indeks keamanan maskapai lain yang dijadikan patokan.
Bagaimana hasilnya? Berikut adalah 10 maskapai penerbangan paling aman di dunia versi kosultan itu:
1 Finnair
2 Air New Zealand
3 Cathay Pacific
4 Emirates
5 Etihad
6 Eva Air
7 TAP Portugal
8 Hainan Airlines
9 Virgin Australia
10 British Airways, Inggris
Menariknya, tidak ada satu pun maskapai penerbangan Amerika yang menduduki 20 besar. Ranking-ranking berikutnya adalah Lufthansa (di posisi 11), ANA (12), Qantas (13), Virgin Atlantic (15), EasyJet (17), Thomas Cook Airlines (18), Jetstar Airways (20), Qatar Airways (22), Thomsonfly (26), Air Asia (29), Singapore Airlines (30), Ryanair (32), Malaysia Airlines (35), China Southern Airlines (48), South African Airways (52), Thai Airways International (53), Air India (58), dan China Airlines (60).
Total, 496 kecelakaan fatal terjadi pada berbagai maskapai penerbangan komersial pada 2012. Lebih sedikit dua kasus dibanding 2011.
TRAVELMOLE | AMIRULLAH
SUMBER:
komentar | | Read More...

Pulau Weh, Permata Di Ujung Barat Nusantara

Penulis : Unknown on Senin, 14 Januari 2013 | 23.49

Senin, 14 Januari 2013

Pulau Weh di Provinsi Aceh menawarkan keindahan alam yang luar biasa. 

Saya kembali ke Pulau Weh setelah hampir lima tahun berselang. Keindahan pulau ini tetap tidak pudar walau kini makin ramai wisatawan berdatangan. Dari Banda Aceh, saya menumpang kapal feri cepat dari pelabuhan Ulee Lheue. Karena datang pada musim liburan, tiket harus dibeli beberapa hari sebelumnya. 

Pantai Sumur Tiga yang sepi dan damai.
Sayangnya, ternyata punya tiket tidak menjamin saya dapat naik ke kapal karena tiket yang dijual jauh melebihi kapasitas kapal. Calon penumpang harus antre, dan bila kapal sudah penuh, bahkan yang sudah punya tiket pun harus menunggu kapal berikutnya. 

Beruntung saya berhasil masuk ke ke dalam kapal dan mendapatkan sebuah kursi, sementara suami saya terpaksa duduk di lantai. Satu jam dalam kapal yang penuh sesak dengan ombak yang besar tampaknya cukup berat bagi beberapa penumpang. Kami tiba dengan selamat di Pelabuhan Balohan, Pulau Weh. 

Memilih akomodasi di Pulau Weh tidak terlalu sulit, wisatawan biasanya memilih di Iboih, Sumur Tiga, atau Sabang. Jumlah penginapan di pulau ini meningkat drastis sejak terakhir saya ke sini. Kali ini saya memilih menginap di Sumur Tiga.

Lalu, apa saja yang menarik di Pulau Weh. Jawaban termudah tentu saja adalah pantainya. Pantai Sumur Tiga ibaratnya hanya beberapa langkah dari pintu kamar penginapan saya. Pantainya berpasir putih dan bersih, hanya ramai saat akhir pekan atau liburan. Kalau malam suasananya romantis, cocok untuk duduk-duduk sambil menikmati kopi.

Keesokan harinya, menggunakan sepeda motor sewaan, saya menuju ke Iboih. Pantai Iboih diapit oleh Selat Malaka dan Samudera Hindia. Biasanya di sinilah titik awal keberangkatan wisatawan yang ingin menyelam atau melakukan snorkeling. Tidak heran, di pinggir-pinggir pantai terdapat penyewaan jaket pelampung dan peralatan snorkeling. Beberapa operator selam juga berada di ruko-ruko di pinggir pantai ini. 
Para wisatawan di Pantai Iboih.
Berbeda dengan Sumur Tiga yang sepi, Iboih sangat ramai. Bus-bus besar mengangkut rombongan wisatawan, demikian juga dengan mobil pribadi dan sepeda motor. Namun, keramaian ini tidak mengurangi keindahan Iboih. 

Perairan di sekitar Pulau Weh adalah salah satu titik penyelaman favorit di Indonesia. Suami saya sempat menyelam di sini, dan menurutnya keindahan bawah laut di sekitar Pulau Weh tidak kalah dengan Bunaken dan Derawan. 

Pulau Rubiah yang berada di sebelah barat laut Pulau Weh juga sering dikunjungi wisatawan. Nah, laut antara Pulau Rubiah dan Pulau Weh ini memiliki keragaman hayati yang luar biasa. Di sinilah biasanya wisatawan dibawa untuk melakukan snorkeling. 
Pemandangan Pulau Rubiah dari Gapang.
Selain wisata pantai, tidak afdol rasanya bila berkunjung ke Pulau Weh tanpa menyempatkan diri ke Tugu Nol Kilometer. Letak tugu ini sekitar 8 kilometer arah barat Iboih. Sebenarnya tugunya sendiri tidak menarik, hanya merupakan sebuah bangunan yang kotor dan tidak terawat. Selain itu, banyak juga coretan di dinding Tugu Nol Kilometer ini. 

Tugu ini terdiri dari dua lantai. Di lantai yang bertama terdapat prasasti peresmian tugu oleh wakil presiden RI pada saat itu, Try Sutrisno, pada tahun 1997. Di lantai kedua terdapat prasasti yang bertuliskan posisi geografis Tugu Nol Kilometer ini. 
Tugu Nol Kilometer menandai ujung barat Indonesia.
Saya tidak berlama-lama berada di tugu karena saat itu kondisinya sangat ramai. Pengunjung berdesak-desakan untuk bergantian foto dengan prasasti. Kabarnya, pemandangan matahari tenggelam yang terlihat di laut barat Tugu Nol Kilometer sangat indah, namun sayang saya berkunjung saat tengah hari. 

Ketika pulang dari Tugu Nol Kilometer menuju ke penginapan di Sumur Tiga, beberapa kali saya berhenti untuk mengambil gambar. Di Gapang, saya sempat terpukau melihat keindahan Pulau Rubiah. Saat itu langit biru bersih dipadu dengan pulau yang hijau dan laut yang berwarna biru jernih. Di sebuah warung kecil, saya menyesap kopi sambil menikmati indahnya alam di ujung barat nusantara ini. 
Sumber:
Oleh  | Yahoo! News – Kam, 14 Mar 2013
komentar (1) | | Read More...
 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by ardi tricajus